Program Studi Ekonomi Pembangunan UNM Terapkan SOP Internal Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, Menjadi yang Pertama di Universitas Negeri Makassar

Program Studi Ekonomi Pembangunan UNM Terapkan SOP Internal Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

Program Studi Ekonomi Pembangunan UNM Terapkan SOP Internal Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, Menjadi yang Pertama di Universitas Negeri Makassar

IdeNews | Makassar - Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar (FEB UNM) resmi menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di tingkat program studi. Kebijakan ini mencatatkan Program Studi Ekonomi Pembangunan sebagai prodi pertama di lingkup UNM yang memiliki regulasi khusus tersebut demi menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Penerapan SOP ini merupakan tindak lanjut konkret dari Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi. Kehadiran aturan internal ini sekaligus menjadi bentuk komitmen nyata prodi dalam memperkuat sistem pencegahan, penanganan, serta edukasi bagi seluruh sivitas akademika secara terstruktur.

Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan, Dr. Sri Astuti, S.E., M.Si, menegaskan bahwa keberadaan SOP ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penanganan kasus, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam membangun budaya kampus yang sehat.

"Karena dampak kekerasan seksual itu sangat besar bagi individu dan lingkungan sekitar kita. Melalui SOP ini kami ingin memberikan nilai positif dan spirit bahwa upaya yang dilakukan bukan hanya menangani ketika kasus terjadi, tetapi juga mencegah sejak awal untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika," ujarnya, Selasa, 10 Juni 2026.

SOP yang disusun mengatur berbagai aspek mulai dari upaya pencegahan, mekanisme pelaporan, perlindungan korban dan pelapor, pendampingan, koordinasi dengan unit terkait, hingga pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan secara berkala.

Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi, Prof. Dr. Abd. Rahim, S.P., M.Si, memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh Program Studi Ekonomi Pembangunan. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen program studi dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam tindakan nyata di tingkat unit akademik.

"Tentu ini menjadi langkah yang sangat baik untuk kita terapkan. Kehadiran SOP ini menunjukkan keseriusan Program Studi Ekonomi Pembangunan dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman dan berkeadilan. Saya berharap kebijakan ini dapat menjadi model dan inspirasi bagi program studi lain di lingkungan Universitas Negeri Makassar untuk mengembangkan mekanisme serupa sesuai kebutuhan masing-masing," ungkapnya.

Sementara itu, penanggung jawab penyusunan dan implementasi SOP, Adi Zulkarnaen, yang juga merupakan dosen di Prodi ekonomi Pembangunan, menekankan pentingnya peran program studi sebagai unit yang paling dekat dengan mahasiswa.

"Program studi merupakan organisasi struktural paling kecil di lingkup universitas dan menjadi unit yang paling dekat dengan mahasiswa. Karena itu, sangat penting bagi program studi untuk memiliki pendekatan khusus dalam pencegahan dan penanganan kekerasan. Ke depan, penguatan nilai-nilai pencegahan akan diintegrasikan ke dalam kontrak perkuliahan serta berbagai kegiatan peningkatan kapasitas mahasiswa baru agar kesadaran terhadap pentingnya menciptakan ruang aman dapat tumbuh sejak awal masa studi," jelasnya.

Selain menjadi pedoman dalam penanganan kasus, SOP ini juga akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi yang melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta organisasi kemahasiswaan. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya akademik yang dibangun bersama.

Sebagai program studi pertama di Universitas Negeri Makassar yang menerapkan SOP Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di tingkat program studi, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNM berharap langkah ini dapat memperkuat perlindungan bagi seluruh sivitas akademika sekaligus menjadi praktik baik dalam mewujudkan kampus yang aman, inklusif, dan bermartabat.

X CLOSE ADS