Keberadaan Kapal Tradisional Sebagai Alat Transportasi Penyeberangan Masyarakat dan Wisatawan dari Pelabuhan Muara Angke ke Kepulauan Seribu Masih Menjadi Primadona Hingga Saat Ini
- IdeNews | Enal Mappirewa -
- Minggu, 30 Agustus 2026
Kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Pulau Seribu menggunakan Kapal Tradisional penyeberangan yang di kelola oleh PT. SSA. (poto:Rojli/nal/ideNews)k.ide
JAKARTA | idenews.id - Kunjungan wisatawan ke pulau Seribu dari pelabuhan Kaliadem Muara Angke menggunakan Transportasi laut Kapal Tradisional milik masyarakat Kepulauan Seribu yang di kelola oleh PT.Samudra Sumber Artha (SSA) pada Sabtu, (29/8/2026) terpantau sangat ramai.
Adapun kapal tradisional (kapal kayu) yang sejak dulu telah melayani rute wisata pemukiman dari Pelabuhan Kalaidem atau yang lebih dikenal dengan Pelabuhan Muara Angke dengan tujuan Pulau Pramuka, Pulau Pari dan Pulau Tidung.
Dari data yang dihimpun tim media idenews, dalam operasioanalnya untuk ke pulau Pramuka dan pulau Harapan sebanyak 20 Kapal Tradisional.
Kapal tradisonal bukan hanya melayani wisatawan lokal tetapi juga mancanegara dan masyarakat pulau seribu itu sendiri dimana dapat di akses pemesanan tiket melalui tiket online "OK.PuloSeribu"
Data yang termuat dari aplikasi tersebut termpantau hingga saat ini telah di berangkatkan wisatawan sebanyak 3.400 orang lebih .
Bayu dan Musleh dari Pihak pengelola PT.SSA, menyampaikan kepada media ideNews bahwa terjalinnya kerjasama yang baik dengan UPAP dan UPPD Dinas Perhubungan Prov.DKJ. Jakarta.
BACA JUGA:
Ketua DPC ARUN Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Nyatakan Siap Dikukuhkan Dalam Waktu Dekat
Bukan hanya itu, kontribusi dan kerjasama yang terjalin bersama Kepala Pelabuhan Muara Angke, Suffii dan Security membuat pelayanan penyeberangan wisatawan ke beberapa pulau menjadi sangat lancar dengan mengedepankan pelayanan maksimal, ramah dan tepat waktu.
Sementara itu, Aiptu Sardi dan tim Pospol Muara Angke, Pol.Airud, TNI AL KSOP.IV, juga memiliki peran penting dalam melayani dan mengarahkan mulai dari pintu masuk sampai penumpang naik ke atas kapal di dermaga sudah berada petugas gabungan dan sudah standbay dari pukul.06.00 s/d 09.00.Wib.
Pantauan saat liputan tim media ideNews, mengungkapkan situasi dan kondisi cuaca di perairan pulau seribu cukup bersahabat dan tentu berdampak baik terhadap pelayaran penyeberangan ke pulau-pulau.
Salah satu wisatawan lokal yang sempat diwawancarai oleh wartawan media idenews, Hadi yang merupakan pimpinan rombongan yang akan berlibur ke Pulau Tidung dengan menggunakan Kapal Poldy.
“sangat senang berlibur ke pulau Seribu menggunakan kapal tradisional dalam perjalanan bisa melihat Indah nya hamparan pulau seribu yang membentang di utara teluk jakarta,” kata Hadi.
Saat ditanya tentang apa keistimewaan di pulau Seribu sehingga dirinya dan rombongan senang berlibur ke pulau Seribu, Hadi menyebut jika pulau Seribu memiliki air laut yang jernih dan ada olah raga air.
“Air laut jernih bisa snorkling, melihat indahnya aneka ragam trumbu karang dan ikan, anak-anak bisa bermain di pasir putih naik banana boat. Penduduknya ramah,” terangnya.
Wartawan media idenews juga mewawancarai salah satu Anak Buah Kapal (ABK), Diomand, yang mengatakan dirinya sudah lebih 10 tahun bersama PT. SSA.
“saya sudah berjalan 14 tahun bersama PT. SSA dengan pelayanan prima, kerjasama yang baik pemilik kapal, pihak asosiasi wisata dan para trevel,” ucap Diomand.
Terkait wacana akan hadirnya TransJakarta dalam moda penyeberangan untuk mengangkut wisatawan ke Kepulauan Seribu, Diomand menyampaikan kekhawatirannya.
“Pihak PT.SSA agar meremajakan kapal tradisional, namun dengan berita akan hadirnya Transjakarta kepulau Seribu akan menjadikan kapal tradisional milik masayarakat akan tersingkir,” ungkap Diomand.
Bayu dan Musleh menyambut baik adanya wacana Pemerintah Pemprov DK Jakarta dengan adanya Transjakarta kepulau Seribu.
“Pihak Transjakarta harus duduk bersama, merangkul pengusaha lokal kapal tradisional milik masyarakat kepulauan Seribu yang di kelolah.PT.SSA,” pungkas Bayu.
“Kami sebagai mitra pemerintah mendukung Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nesional (KSPN) dengan moda transportasi mudah di jangkau dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan,” tutupnya.
Di tempat yang terpisah, Murdan, Kordinator Pemantau Kapal Tradisional mengatakan” solusinya untuk Doking kapal Tradisional akan di tutup pada akhir September, yang hanya boleh doking kapal-kapal cumi, kemana kapal tradisional akan doking kapal?”. Tanya Murdan.
Sementara itu, ada harapan besar dari masyarakat agar Pemerintah Daerah Kep.Seribu bersama instansi terkait lain, agar BBM Subsudi untuk kapal nalayan dan Kapal tradisional segara diadakan dan dipenuhi ketersediaanya karena BBM Subsidi adalah merupakan urat nadinya nelayan.
Dari informasi yang dihimpun, Bupati Kep.Seribu sudah memberikan Rekomendasi dan dukungan Kuota dari KPKP, data dari 6 kelurahan sudah dimiliki oleh PT.WBE yang nantinya sebagai penyalur BBM di Kep.Seribu.
Namun sampai saat, menurut seorang sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan hingga saat ini pihak Pertamina Patra Niaga belum menanda tangani penunjukannya, (hal ini akan dikonfirmasi lebih lanjut ke pihak Pertamina Patra Niaga).
Dugaan kelangkaan BBM dengan harga yang tinggi di pulau Seribu berdampak buruk kepada nelayan dan transportasi angkuatan, yang tentunya memiliki efek domino terhadap kehidupan masyarakat nelayan.
Untuk diketahui beberapa spot yang sangat disukai oleh wisatawan lokal maupun mancanegara adalah di PulauTidung ada Jembatan Cinta, di Pulau Pari ada Pantai Pasir Perawan, di Pulau Pramuka ada Pantai Sun rise. Selain itu Gosong Petrik di tengah laut dangkal, Restoran Nuansa Karamba, penakaran Penyu Pulau Harapan dan tentunya memiliki keindahan pulau yang dilengkapi Resort bertaraf international.
(Rjl/Nal-IdeNews)
