Driver Ojol di Kota Batam Keberatan Dari Program Perusahaan Transoprtasi Online

kawan ojol

Gabungan Driver Ojek Online kompak menolak kebijakan perusahaan Transportasi online tentang Program Hemat Berbayar.(poto:Indras/dok.ideNews)

BATAM | Idenews.id - Saat ini Perusahaan Transportasi Online Gojek dan Grab Memberlakukan Program Hemat Berbayar bagi Mitra drivernya. Dimana driver tersebut akan dikenakan biaya 1000 per transaksi. 

Hal ini dianggap sebagai program yang sangat merugikan bagi driver, dimana sebelumnya driver itu sudah dikenakan potongan pendapatan dari transaksi costumer sebesar 20% bahkan lebih dan saat ini bertambah lagi dengan biaya 1000 rupiah per transaksi. 

Zulfi Hidayat Ginting selalu Ketua Yayasan CPRT (Cerdas Peduli Responsif Tangguh) menyampaikan penolakan terhadap program yg merugikan driver saat ini berjalan. Hal ini tentunya mengakibatkan banyak driver mengeluh dengan program fenomenal di dunia transportasi online saat ini. Sebelumnya layanan Food (Makanan) juga pendapatan driver diturunkan sekarang justru Layanan Ride (Penumpang) juga diturunkan. 

"SK Gubernur Mengenai Peraturan Tarif ini sudah Ada dr Tahun 2024 yaitu SK Gubernur Kepri Nomor 1113 Tahun 2024. Dimana disitu tertuang terkait berapa biaya Batas Bawah dan Batas atas Per transaksinya, Namun sejauh ini tidak berjalan dengan semestinya", ujar Zulfi

Zulfi juga mengatakan saat ini masih terus memonitor di lapangan dan membangun komunikasi antar driver dan komunitas terkait langkah-langkah selanjutnya yg akan diambil. 

"Yang pasti saya merasa sangat kecewa dengan lemahnya peran pemerintah terkait terhadap pelanggaran aturan hukum yg ada", tambah Zulfi

Diharapkan beban dan keluhan Driver Online khususnya di Kota Batam akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kepri khususnya sebagai pemangku kebijakan.

(Indras-ideNews)

X CLOSE ADS