
Kendari, IdeNews.id - Karyawan Tambang PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) dan juga Pelabuhan Jettty memiliki ribuan karyawan yang hilir mudik menuju kawasan industri Morosi.
Dari ketiga perusahaan tersebut yang mempekerjakan karyawan baik dari masyarakat lokal maupun masyarakat dari luar wilayah tambang termasuk tenaga kerja dari Provinsi lain.
Untuk berangkat kerja para karyawan tambang lebih banyak menggunakan kendaraan roda dua. Selain lebih hemat juga lebih simpel dan mudah mengakses jalan alternatif menuju kawasan tambang.

Karyawan yang berasal dari kecamatan lain maupun yang dari kotamadya Kendari lebih memilih jalur alternatif melalui Kelurahan Kapoiala, Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe.
BACA JUGA :
PT. VDNI Dan PT. OSS Adalah Tambang Nikel Dan Smelter Terbesar Di Indonesia
Sebab jika menggunakan jalur biasa, maka para karyawan ketiga perusahaan besar ini harus menempuh jarak puluhan kilometer yang lebih jauh dan tentu tidak efisien.
Namun dengan menggunakan jalur alternatif, bisa memangkas waktu perjalanan melalui Kelurahan Kapoiala dan kemudian menyeberangi sungai Konawe dengan menggunakan alat transportasi tradisional yang bernama perahu "PINCARA".
PINCARA adalah perahu yang terbuat dari gabus balok kemudian dirangkai dengan balok kayu dan papan dengan ukuran rata-rata sekitar 3 x 5 meter. Satu unit perahu PINCARA dibekali dengan dua unit mesin baling-baling panjang/katingting berkapasitas 5PK.
Sehingga satu unit perahu PINCARA bisa mengangkut 6 sampai 9 unit motor dengan penumpangnya untuk menyeberangi sungai.
Dengan perahu PINCARA inilah yang digunakan oleh para karyawan tambang untuk menuju tempat kerja. Mereka yang menggunakan motor untuk menyeberangi Sungai Konawe dikenakan biaya 5000 rupiah per sekali menyeberangi sungai.
Dari Pelabuhan sungai Kelurahan Kapoiala setelah menyeberangi sungai lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Dunia Baru, Desa Tani Indah, Laosu Jaya ke jalan Tambang/Holding Morosi.
Untuk akses menuju Pelabuhan Jetty, para karyawan tambang menyeberangi sungai Konaweha kemudian melewati Desa Kapoiala Baru, Desa Tani Indah dan berakhir di Desa Lalimbue Jaya lokasi pelabuhan Jettty.
Namun para karyawan PT. VDNI, PT. OSS dan pelabuhan Jettty tetap antusias bekerja dengan rutinitas tiap hari menyeberangi sungai menggunakan Perahu PINCARA.
Perahu PINCARA sudah mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WITA sampai dengan pukul 01.00 WITA.
Di tempat terpisah, Lurah Kapoiala Lambai Yadhi, S.Sos, mengatakan "Dengan adanya usaha Perahu PINCARA ini bisa menggerakkan ekonomi warga kami. Sejak dibuka usaha Penyeberangan PINCARA ini beberapa tahun lalu, warga kami bisa mendapatkan pemasukan kurang lebih 3-4 juta dalam sekali operasional dari pukul 05 pagi hingga pukul 01.00 dini hari", tutur Yadhi kepada Wartawan Media IdeNews.
Lanjutnya "Pengelolaan perizinan perahu PINCARA didaftarkan ke petugas Kelurahan sehingga pengusaha PINCARA dapat berjalan dengan tertib dan mendapat binaan dari pemerintah setempat", terang Lambai Yadhi Lurah Kapoiala.
Tokoh masyarakat Kelurahan Kapoiala, Haruddin mengatakan "akses jalan melalui Kelurahan Kapoiala sangat membantu para karyawan tambang, karena akses ini juga bisa menyambungkan ke wilayah tambang dl wilayah Morowali", ujar Bapaknya Har.(Nale)