Aktivitas Kapal Tangkap Ikan di Area Perairan Laut Kabupaten Sinjai Yang Menggunakan Jaring Taiwan Kembali Meresahkan Nelayan Tradisional Sinjai Sulawesi Selatan

nelayan sinjai

Nelayan luar diduga menggunakan Jaring Taiwan dengan panjang 1000 meter, menyebabkan pendapatan nelayan Tradisional Sinjai turun drastis.(poto:Alan/dok.ideNews)

SINJAI-SULSEL | idenews.id - Nelayan Sinjai yang sampai saat ini masih menggunakan cara tradisional dengan murni menggunakan pancing di sepanjang perairan laut tiba-tiba diserbu oleh nelayan luar yang menggunakan jaring Taiwan yang panjangnya hampir 1000 meter.

Sejumlah nelayan Sinjai, Hasbi dan Syamsir mengeluhkan hasil tangkapan yang semakin menurun akhir- akhir ini, hal itu diduga sejak beroperasinya kapal penangkap ikan yang menggunakan jaring ini beroperasi diwiayah tangkap mereka.

"kalau mereka masuk,kami bisa pulang tanpa hasil.ikan habis tersapu jaring," ucapnya.

Sebuah pemandangan tak biasa diatas sebuah perahu Nelayan dimana terlihat sebuah jaring yang diduga Jaring  Taiwan dengan panjang kurang lebih1000 meter, yang digunakan menangkap ikan, menyebabkan nelayan tradisional mengeluh atas dampaknya. Poto : Alan Vurgani/dok.ideNews)

"Sumber hidup kami hanya disini, kalau mereka datang, jangankan kembali modal, ongkos BBM kami saja tidak bisa menutupi.kami hanya menggunakan pancing untuk menangkap ikan tenggiri,bagaimana bisa ungkap Samsir dengan penuh kekesalan," lanjutnya.

Para nelayan meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan serta Polairud Polres Sinjai bisa mendengarkan keluhan masyarakat  nelayan tradisional tersebut, hal itu tentu berkaitan dengan keberlanjutkan hidup dari pekerjaan sebagai nelayan tradisional.

Saat wartawan idenews, menemui pejabat Dinas Perikanan Sinjai, Pihak Dinas terkait baru mengetahui hal ini dan berjanji akan menelusuri dan menindak para nelayan yang menyalahi aturan dalam penangkapan ikan.

(Alan Vurgani-ideNews)

X CLOSE ADS